Ia yang sudah berlalu, tetaplah sebuah cerita
Indah, buruk, suka, duka, ingat, lupa, semua tetap sebuah cerita
Masa lalu, pun adalah cerita
Cerita yang sudah menghilang dan tidak akan pernah kembali
Kusebut ia kenangan
Barisan memori yang masih tertata rapi dalam bayangku
Tentang sebuah bukit dan sebatang pohon yang pernah jadi cerita indah kami
Pernahkah terbayang, bahwa kelak semua itu hanya akan menjadi kenangan?
Sebuah kisah yang takkan mungkin diimpikan
Sebuah ilusi yang benar-benar nyata
Segalanya jelas berbeda
Bukan hanya tentang kisah sebuah bukit dan sebatang pohon yang entah mengapa tidak pernah bisa usai,
atau memang sengaja tidak pernah kami akhiri,
Semua hanya berbeda secara tiba-tiba
Kami yang sudah tumbuh dewasa, tak lagi merdeka menggerakkan kaki mungil kami di barisan rumput hijau dan lautan domba
Jarak yang membentang, menebalkan dinding yang entah dibangun sejak kapan
Aku mulai sadar, kami sungguh telah berbeda
Lalu ketika mimpi itu datang kembali,
ketika aku mencoba mempertanyakan sebatang pohon yang dulu pernah tumbuh di hidupku,
Mengapa aku ragu?
Tiba-tiba aku merasa akan layu, dan Kau….
Kau memilih untuk menerimanya…
Menerimanya sebagai sesuatu yang akan tetap menjadi sebuah kenangan
Sumber: https://airaarsitha.wordpress.com/2014/03/05/kusebut-ia-kenangan/




0 komentar:
Posting Komentar